Sejak pukul 07.30 WIB, para siswa telah berkumpul dengan tertib mengenakan busana muslim rapi. Barisan saf sholat tertata rapi memenuhi halaman sekolah. Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat dari Imam Sholat, kemudian dilanjutkan pelaksanaan salat dhuha berjamaah yang dipimpin oleh Bapak Mohammad Rujen, S.Pd salah satu guru di sekolah tersebut. Setelah sholat, seluruh peserta mengikuti tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama dengan penuh khidmat.
Suara lantunan ayat suci terdengar indah, menciptakan suasana yang damai dan menyejukkan. Para guru turut mendampingi siswa untuk memastikan bacaan tajwid dan makhraj huruf sesuai kaidah. Kegiatan berlangsung tertib, penuh semangat, serta mencerminkan antusiasme tinggi dari seluruh warga sekolah.
Program Pesantren Ramadan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman, meningkatkan kedisiplinan ibadah, serta membentuk karakter religius pada peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan staf dalam suasana spiritual yang positif.
Kepala sekolah Ibu Andiyani, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh warga sekolah. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kebiasaan ibadah yang konsisten pada siswa, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Nilai disiplin, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an adalah bekal utama bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Salah satu Guru PAI Ibu Ummi Fadhilah, S.Pd.I menyampaikan rasa bangga melihat semangat anak didiknya.
“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak. Mereka datang tepat waktu, mengikuti salat dengan tertib, dan membaca Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Guru lainnya menambahkan bahwa kegiatan bersama seperti ini mampu memperkuat hubungan emosional antara guru dan siswa. Menurutnya, suasana ibadah bersama menciptakan kedekatan yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar