Inovasi "SEDUH HATI" merupakan salah satu langkah nyata UPTD SPF SD Negeri Bataan 1 dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pembentukan karakter, penguatan keimanan, serta penanaman nilai-nilai akhlakul karimah sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD SPF SD Negeri Bataan 1, Hj. Andiyani, S.Pd., menyampaikan bahwa inovasi 'SEDUH HATI" dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemampuan murid dalam memahami pelajaran, memperoleh nilai yang baik, ataupun meraih prestasi akademik, melainkan juga dari bagaimana mereka memiliki keimanan, ketakwaan, sikap santun, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa "SEDUH HATI" memiliki tiga komponen utama yang saling berkaitan.
Pertama, "Semangat Dhuha", yaitu membiasakan murid melaksanakan Sholat Dhuha sebagai bentuk pengenalan dan penanaman kecintaan terhadap ibadah sejak dini. Melalui pembiasaan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap aktivitas kehidupan, termasuk kegiatan belajar di sekolah, hendaknya senantiasa diawali dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kedua, "Istighosah", yaitu kegiatan berdoa bersama dengan membaca rangkaian kalimat zikir, istigfar, selawat, dan doa-doa permohonan pertolongan kepada Allah SWT. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keimanan, membiasakan murid untuk senantiasa mengingat Allah, serta menanamkan keyakinan bahwa setiap usaha harus disertai doa dan tawakal.
Ketiga, "Menata Hati", yaitu membangun kesadaran diri agar setiap murid memiliki hati yang bersih, sikap yang baik, perilaku yang santun, serta hubungan yang harmonis dengan guru, orang tua, teman, dan lingkungan sekitarnya. Melalui komponen ini, murid diharapkan mampu mengembangkan sikap rendah hati, jujur, disiplin, saling menghormati, menyayangi sesama, dan menjauhi perilaku yang tidak terpuji.
Kepala sekolah juga menegaskan bahwa kegiatan "SEDUH HATI" akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Program ini diharapkan menjadi budaya positif dan identitas religius sekolah yang tumbuh melalui pembiasaan, keteladanan, serta keterlibatan seluruh warga sekolah.
Sholat Dhuha Berjamaah, Mulai Pagi Dengan Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
Suasana pagi di lingkungan UPTD SPF SD Negeri Bataan 1 tampak berbeda. Seluruh murid bersama para guru mengikuti kegiatan dengan tertib. Dengan penuh kesungguhan, para murid mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah, mengambil posisi salat, dan mengikuti setiap gerakan serta bacaan yang dipimpin oleh imam.
Pelaksanaan salat Dhuha berjamaah ini bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi murid dalam mengenal tata cara shalat, membangun kedisiplinan, melatih kekhusyukan, serta menumbuhkan kebersamaan dalam beribadah.
Melalui pembiasaan salat Dhuha, sekolah berharap murid semakin memahami pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa sebelum memulai aktivitas pembelajaran, setiap insan hendaknya senantiasa memohon pertolongan, kemudahan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Isthigosah Bersama, Mengetuk Pintu Langit Memohon Pertolongan Allah SWT
Dalam suasana yang tenang dan penuh kekhidmatan, seluruh guru dan murid mengikuti lantunan bacaan istighosah dengan seksama. Suara zikir, istigfar, selawat, dan doa-doa yang dipimpin oleh Pak Lukman menggema dalam kebersamaan, menciptakan suasana religius yang sarat dengan nilai spiritual.
Teks istighosah yang dibaca merupakan susunan rangkaian doa dan amalan yang disusun oleh KH. Romli Tamim, salah seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah sekaligus pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, Jawa Timur.
Rangkaian bacaan tersebut menjadi media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon pertolongan-Nya, serta menanamkan kesadaran bahwa manusia senantiasa membutuhkan rahmat, perlindungan, dan bimbingan dari Sang Pencipta.
Dalam pelaksanaannya, para murid dibimbing untuk mengikuti setiap bacaan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui pembiasaan ini, mereka tidak hanya belajar melafalkan kalimat-kalimat zikir dan doa, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya berdoa, berserah diri, dan senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan.
Kegiatan istighosah juga menjadi sarana pendidikan spiritual yang mengajarkan bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak cukup hanya dengan belajar dan berusaha, tetapi harus diiringi doa, keikhlasan, kesabaran, serta memohon ridha Allah SWT.
Do'a Bersama, Memohon Keberkahan dan Kelancaran Pendidikan
Setelah seluruh rangkaian bacaan istighosah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh Mohammad Lukman Hadi, S.Pd.
Dalam doa tersebut, seluruh warga sekolah bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keberkahan, petunjuk, kemudahan, dan kelancaran dalam seluruh proses pembelajaran di UPTD SPF SD Negeri Bataan 1.
Doa juga dipanjatkan agar lingkungan sekolah senantiasa berada dalam keadaan aman, nyaman, damai, dan rukun. Seluruh warga sekolah diharapkan diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemampuan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan penuh keikhlasan.
Secara khusus, doa dipanjatkan bagi seluruh murid agar senantiasa diberikan kekuatan iman dan takwa, kecerdasan, kemudahan dalam memahami ilmu pengetahuan, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama, serta memiliki masa depan yang baik dan penuh keberkahan.
Tidak hanya untuk kepentingan sekolah, doa bersama tersebut juga mencakup permohonan keselamatan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan bagi bangsa dan negara Indonesia agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Suasana khusyuk menyelimuti seluruh peserta ketika doa dipanjatkan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan ikhtiar bersama yang membutuhkan kesungguhan, doa, dan pertolongan Allah SWT.
Jum'at Beramal, Menanamkan Kepedulian dan Keikhlasan Berbagi
Sebagai penutup rangkaian pembiasaan religius pada Jumat pagi, kegiatan "SEDUH HATI" dilanjutkan dengan program "Jumat Beramal".
Program ini bertujuan menanamkan karakter kepedulian sosial, keikhlasan, dan kebiasaan berbagi kepada seluruh murid. Melalui kegiatan tersebut, setiap murid diajak untuk menyisihkan sebagian rezeki atau uang saku yang dimiliki untuk diinfaqkan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pendidikan berbagi ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Murid diajarkan bahwa nilai kebaikan tidak selalu diukur dari besar kecilnya materi yang diberikan, melainkan dari ketulusan hati dan keikhlasan dalam membantu sesama.
Melalui Jumat Beramal, sekolah berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa berbagi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk pribadi yang dermawan, tidak kikir, memiliki empati, dan peka terhadap kondisi orang lain.
Seduh Hati, Ikhtiar Membangun Generasi Cerdas, Religius, dan Berakhlaq Mulia
Peluncuran inovasi "SEDUH HATI' menjadi langkah positif dan strategis bagi UPTD SPF SD Negeri Bataan 1 dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas Jumat pagi, melainkan sebuah ikhtiar membangun budaya sekolah yang religius melalui pembiasaan ibadah, penguatan spiritual, pembentukan akhlak, dan penanaman kepedulian sosial.
Harapannya, melalui pelaksanaan "SEDUH HATI" secara berkelanjutan, nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan di lingkungan sekolah dapat terbawa dalam kehidupan sehari-hari murid, baik di rumah, di sekolah, maupun di tengah masyarakat.
Sebab, pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki hati yang bersih, iman yang kuat, akhlak yang mulia, serta kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat "SEDUH HATI", UPTD SPF SD Negeri Bataan 1 berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan, keimanan, dan kemanusiaan. "Dari shalat Dhuha kita belajar mendekat kepada Allah, dari istighosah kita belajar memohon pertolongan-Nya, dari menata hati kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik, dan dari Jumat Beramal kita belajar berbagi dengan sesama." (MLH)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar